Desain dan Brand

Desain menurut KKBI adalah rancangan. Kalau saya tambahkan, desain itu adalah kegiatan merancang yang hasilnya menjadi jalan keluar atau solusi dari satu permasalahan, entah itu dengan memberikan nilai tambah atau membuat brand yang menarik untuk suatu produk.

Ada satu contoh yang sangat sederhana dari suatu masalah dan solusinya yang mungkin bisa menjadi pertimbangan anda saat ingin memulai usaha atau kelak ingin membangun satu merek untuk produk atau usaha anda. Contoh ini saya angkat saat saya membantu penjual tanaman dibilangan Tanjung Barat, Jakarta Selatan.

Kita sering memperhatikan hampir semua toko tanaman selalu tertata rapih yang didalamnya banyak pohon tanaman yang sangat bervariasi jenisnya dengan kualitas yang bagus-bagus, lokasi pun dipilih yang terbaik dimana banyak pemukiman sehingga banyak yang akan melihat usaha ini, termasuk toko tanaman dibawah ini.

Namun, jika kita perhatikan ada yang kurang?

Yup! Kurang spanduk dan bisa juga kartu nama. Spanduk berfungsi tentu agar setiap orang yang lewat tahu ada penjual tanaman dan kartu nama diperlukan saat ada calon konsumen yang meminta kartu nama atau diberi saat mereka masuk, bertanya-tanya.

Lantas solusinya apa?

Melihat kasus diatas banyak dari kita yang langsung datang ke percetakan dan kemudian minta tolong dibuatkan (desain) spanduk dan kartu nama berikut cetaknya. Betul, ya?

Solusi seperti ini tidak salah karena dibenak kita selalu mencari yang paling mudah dan cepat yaitu dengan datang ke percetakan dimana disana tersedia jasa setting untuk memenuhi semua kebutuhan media promosi konsumennya.

tapi …

jika Anda serius dengan usaha anda dan ingin memiliki usaha dalam waktu yang lama, sudah saatnya mempertimbangkan, memasukan (membangun) merek didalam usaha anda.

Lebih dari spanduk dan kartu nama 

Sebelum melebar jauh, kita perlu tahu dulu apa sih merek atau brand itu?

Ada perkataan Jeff Bezos, pemiliki Amazon yang saya suka, yakni:

“Your brand is what other people say about you when you’re not in the room.”

maksud dari perkataan itu adalah merek kita diomongin saat kita tidak ada didekat mereka atau kita tidak ada di sana. Kalau dengan contoh diatas, saat mereka berbicara dimana membeli tanaman yang bagus, mereka spontan bicarakan merek usaha kita.

Membangun Brand

Jika kita melihat kembali keatas memang pada awalnya kita hanya butuh spanduk dan kartu nama, tapi ternyata untuk membangun satu brand tidak hanya butuh spanduk dan kartu nama namun lebih dari itu.

Sebelumnya membangun merek, ada baiknya kita mensinergikan pikiran, hati dan jiwa yang diterapkan kepada model usaha dengan menciptakan misi, visi dan nilai. Misinya, misal, usaha ini bisa memberi manfaat kepada manusia dan lingkungan. Visinya, usaha menjadi terdepan dan menciptakan inovasi untuk kebutuhan manusia. (Hermawan)

Dari kesimpulan itu dibuatlah rencana dimana salah satunya membuat identitas visual seperti contoh dibawah ini.

Kartu nama untuk calon konsumen.
Spanduk usaha tanaman
Website sederhana dengan satu halaman
Kaos dengan satu warna

Menjaga kualitas layanan/ Be Consistent

Usaha sederhana seperti toko ini tentu tidak serumit bila dibandingkan usaha yang sudah besar dalam membangun merek. Untuk usaha sederhana yang terpenting adalah menjaga merek untuk selalu konsisten baik itu melalui layanan yang ramah, cara berkomunikasi yang baik, janji yang selalu ditepati seperti tanaman yang dikirim atau pengantaran yang tepat waktu, penataan tanaman dan ruang yang rapih yang sudah ditetapkan sebelumnya. Menjadikan pengalaman belanja tersendiri untuk konsumen. Pengalaman ini akan menjadi reputasi untuk usaha tanaman.

Yang bahaya justru bila tidak konsisten dalam menjaga merek yang ingin dibangun yang tentu bisa menyebabkan rusaknya reputasi (kesan atau persepsi) yang ingin ditanamkan atau telah tertanam dibenak konsumen. Rusaknya persepsi ini tentu akan membuat konsumen akan bingung, akan memilih usaha tanaman yang lain sehingga kita kehilangan konsumen dan kredibilitas.

Selain itu kita juga perlu terus menjaga interaksi dengan calon konsumen agar mengenal usaha kita (awareness) dan terus mengingat merek (kredibilitas yang ada) agar terus membeli produk di tempat kita (loyal). Caranya bisa berbagai macam, bisa dengan ikut pameran tanaman, buka stand di pameran perumahan atau sebar brosur di pemukiman, menanyakan kembali konsumen yang pernah membeli tanaman atau produk kita dan banyak lainnya.

Semoga dengan cerita singkat mengenai desain dan merek ini bisa menjadi inspirasi saya dan anda yang ingin membangun usaha dengan merek yang bisa bertahan lama.