Mulai Aja Dulu

Sebenarnya, kalau ngomongin gimana mulai usaha sudah banyak bertebaran dimana-mana. Salah satu Marketplace juga saranin kamu untuk mulai juga. Namun ada beberapa contoh usaha teman saya yang mulai usaha makanan ringan dengan seadanya. Beliau berjualan arem-arem, pastel dan lainnya didepan rumahnya dengan hanya bermodalkan meja taplak apa adanya dan kue yang benar-benar enak disusun dengan rapih.

namanya juga usaha

Walau sederhana dan apa adanya, saya termasuk pelanggan setianya yang setiap pagi sempatkan mampir sebentar untuk membeli kue-kue buatan beliau karena saya akui semua kuenya enak, terutama untuk mengganjal perut di pagi hari. Namun cerita teman saya ini hanya sampai disini karena bisa dihitung bulan, beliau tidak berjualan lagi dengan alasan tidak ada waktu.

Saat saya melihat usaha seperti ini, terutama produknya enak, saya selalu membayangkan potensi yang luar biasa jika teman saya ini memang benar-benar berniat untuk serius menjalani usaha ini sampai besar, terkenal dan berjalan sendiri. Apalagi melihat lokasinya yang strategis yang selalu dilewati orang yang berangkat kantor setidaknya pekerja yang perutnya kosong langsung mampir saat melihat usaha kue ini.

Okelah saat ini masih sederhana, apa adanya, namun dengan seiringnya waktu, jika ada keuntungan sisihkanlah sedikit demi sedikit untuk membuat etalase yang sederhana, kemudian bila ada keuntungan lagi gunakan untuk mencetak kartu nama dan selebaran, kemudian ada keuntungan lagi gunakan untuk mencetak dus kemasan dan seterusnya. Tidak harus semua diadain diawal usaha tapi dicicil secara bertahap asal kualitas produknya terjaga dengan baik agar brand-nya tetap konsisten seperti usaha ibu Rahmi ini.

Ibu ini berjualan kue dengan etalase yang sederhana dan melihat ceritanya yang selalu dipenuhi dengan pesanan setidaknya ibu ini bisa menjaga kualitas kuenya sehingga brand-nya mudah terkenal. Saya sendiri belum pernah mencicipi kue buatan ibu Rahmi ini tapi bila ada waktu saya akan mencoba kuenya, insya Allah.

Berbeda dari usaha sebelumnya, teman saya tidak berjualan kue, tetapi beliau berjualan tanaman yang dimulai dari nol alias dari lahan yang kosong. Yang membedakan cara melihat usaha kedepannya, walau hanya jual tanaman tapi penjualnya tahu banget kalau usahanya perlu didukung dengan desain promosi yang baik.

Saya pun tergerak untuk ikut membantu pelaku usaha yang penuh semangat ini untuk memiliki tidak hanya spanduk tapi kartu nama, spanduk, kaos sehari-hari saat jaga sampai website sederhana satu halaman. Kalau melihat toko penjual tanaman yang terlihat rapih, adem dan menarik seperti diatas. Siapa sih yang ngga mau mampir?

Terakhir, teman saya yang setiap lebaran sempatkan untuk membuat kue lebaran disela-sela pekerjaan. Menjual kue lebaran nya pun masih ke saudara dan teman-teman yang dia kenal. Sama seperti yang menjual kue diatas, kue buatan teman saya ini lumayan enak, terutama kastangles-nya, hampir mirip buatan almarhumah ibu saya tapi masih enak kastangles buatan ibu saya kemana-mana he he

Pernah suatu saat saya tanya kepada teman saya ini, memang lu ngga ingin memperbesar usaha. Dia bilang, masih bantu perusahaan saudaranya dan belum berani ngajak orang yang akan membantunya nanti, karena selama ini semua pesanan masih dikerjakan sendiri.

Tidak hanya tiga usaha diatas saja, masih banyak usaha lain yang memiliki potensi luar biasa. Begitu pula dengan usaha kamu, jika kamu yakin dengan jasa dan produk kamu, segera mulai walau dengan apa adanya.

Tampilan yang didesain menarik bisa ditempatkan kenomor kesekian. Jika sudah dirasa benar-benar butuh desain dan brand yang akan membantu membesarkan usahamu langsung saja minta tolong teman, saudara yang bisa desain atau bisa memanfaatkan jasa desain yang sekarang banyak bertebaran dimana-mana.

Intinya, mulai aja dulu dengan apa yang kamu bisa.

Leave a Reply